Tujuh Sifat Huruf Tanpa Lawan dalam Ilmu Tajwid: Dari Shafir hingga Istithalah

Mengenal tujuh sifat huruf tanpa lawan dalam ilmu tajwid: shafir, qalqalah, lin, inhiraf, takrir, tafasyi, dan istithalah, lengkap dengan pengertian dan hurufnya.

Indonesia 8 menit baca

Tujuh Sifat Huruf Tanpa Lawan dalam Ilmu Tajwid: Dari Shafir hingga Istithalah

Dua Kelompok Sifat Huruf

Para ulama tajwid membagi sifat huruf menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah sifat yang memiliki lawan. Kelompok kedua adalah sifat yang tidak memiliki lawan. Pembagian ini membantu Anda mengenali karakter setiap huruf dengan lebih tertib.

Kitab Fathu Rabbil Bariyyah mencatat bahwa sifat tanpa lawan berjumlah tujuh. Ketujuh sifat itu adalah shafir, qalqalah, lin, inhiraf, takrir, tafasyi, dan istithalah. Penulis kitab menyusun daftar ini setelah membahas sifat yang berpasangan.

Sebelum masuk ke daftar, penulis menyinggung sifat idzlaq dan ishmat. Keduanya dinilai bersifat kebahasaan dan tidak berkaitan langsung dengan makhraj. Penyebutannya di dalam nazam dimaksudkan agar jumlah sifat genap tujuh belas, sepadan dengan jumlah makhraj huruf. Teks aslinya berbunyi: مثل عدد مخارج الحروف التي هي سبعة عشر.


القسم الثاني: الصفات التي لا ضد لها: وهي سبع صفات: ١- الصفير ٢- القلقلة ٣- اللين ٤- الانحراف ٥-التكرير ٦- التفشي ٧- الاستطالة (صفوت محمود سالم, فتح رب البرية شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد, jld. 1, hlm. 44)

Nazam Ibn Al-Jazari tentang Tujuh Sifat

Imam Ibn Al-Jazari merangkum ketujuh sifat ini dalam bait nazam. Bait itu menjadi pegangan banyak murid dalam menghafal sifat tanpa lawan. Berikut kutipannya: الجزريِّ: صَفِيرُهَا: صَادٌ وَزَايٌ سِينُ ... قَلْقَلَةٌ: قُطْبُ جَدٍ، وَاللِّينُ: وَاوٌ وَيَاءٌ سُكِّنَا، وَانْفَتَحَا ... قَبْلَهُمَا، وَالاِنْحِرَافُ: صُحِّحَا فِي اللاَّمِ وَالرَّا، وَبِتَكْرِيرٍ (صفوت محمود سالم, فتح رب البرية شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد, jld. 1, hlm. 44)

Bait di atas menyebut huruf-huruf setiap sifat secara ringkas. Shafir pada shad, zai, dan sin. Qalqalah pada qaf, tha, ba, jim, dan dal. Lin pada wau dan ya yang sukun dan didahului fathah. Inhiraf pada lam dan ra. Takrir pada ra. Tafasyi pada syin. Istithalah pada dhad.

Shafir: Suara Tambahan pada Sin, Shad, dan Zai

Shafir secara bahasa berarti suara yang menyerupai suara hewan. Secara istilah, shafir adalah suara tambahan yang menyertai huruf-hurufnya. Huruf shafir ada tiga, yaitu sin, shad, dan zai.

Penulis memberi catatan penting tentang shad. Saat mengucapkan shad, Anda tidak perlu mengerahkan kedua bibir. Penjelasan ini muncul karena shad termasuk huruf shafir. Pertanyaan yang muncul kemudian, mengapa sin dan zai tidak diperlakukan sama. Teks aslinya: فإذا قلنا إنه لا بد من إعمال الشفتين في الصّاد لأنها حرف صفيرٍ، فلماذا لا نُعْمِلُهُمَا في إخراج حرفي السين والزاي، علمًا بأنهما من حروف الصفير؟! . ١٢- صفة القلقلة: معناها لغةً: الاضطراب (صفوت محمود سالم, فتح رب البرية شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد, jld. 1, hlm. 45)

Catatan ini menegaskan bahwa latihan makhraj harus dilakukan di bawah bimbingan guru. Anda tidak cukup membaca definisi. Anda perlu mendengar dan menirukan langsung.

Qalqalah: Pantulan Suara pada Lima Huruf

Qalqalah secara bahasa berarti kegoncangan dan pergerakan. Secara istilah, qalqalah adalah kegoncangan makhraj saat mengucapkan huruf qaf, tha, ba, jim, dan dal ketika sukun. Definisi lain menyebutnya sebagai terbukanya kedua ujung alat ucap pada huruf-huruf tersebut saat sukun.

Syarat qalqalah adalah hurufnya bersukun. Qalqalah memiliki dua tingkat. Pertama, qalqalah shughra, yaitu ketika huruf sukun berada dalam keadaan washal, seperti pada kata yang mengandung ba sukun di tengah. Kedua, qalqalah kubra, yaitu ketika huruf sukun berada di akhir dan Anda berhenti padanya.

Penulis menambahkan catatan halus. Qalqalah tidak condong ke fathah, tidak condong ke kasrah, dan tidak mengikuti huruf sebelumnya. Pemahaman ini baru terbentuk melalui praktik bersama guru yang mutqin. Teks aslinya: ولا تابعة لما قبلها، ويفهم ذلك عند التطبيق من شيخٍ متقنٍ. ١٣- صفة اللين: معناها لغةً: السهولة، ضد الخشونة. (صفوت محمود سالم, فتح رب البرية شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد, jld. 1, hlm. 45)

Lin: Kelenturan Wau dan Ya

Lin secara bahasa berarti kemudahan, lawan dari kekasaran. Secara istilah, lin adalah mengeluarkan huruf dari makhrajnya dengan lembut tanpa beban pada lisan. Huruf lin ada dua, yaitu wau dan ya yang bersukun dan didahului fathah.

Contohnya mudah Anda temukan dalam bacaan sehari-hari. Wau sukun setelah fathah pada kata yang berarti rasa takut. Ya sukun setelah fathah pada kata yang berarti rumah. Keduanya keluar dengan ringan, tanpa tekanan berlebih.

Inhiraf: Penyimpangan Suara pada Lam dan Ra

Inhiraf secara bahasa berarti kecenderungan dan penyimpangan. Secara istilah, inhiraf adalah kecenderungan lisan saat mengucapkan lam dan ra. Hurufnya hanya dua, yaitu lam dan ra.

Mekanismenya dijelaskan penulis dengan gambaran konkret. Pada lam dan ra, ujung lisan menempel pada gusi atas. Suara kemudian menyimpang dari ujung lisan ke arah kedua sisi. Karena penyimpangan inilah sifat tersebut dinamai inhiraf. Teks aslinya: وفي الانحراف في اللام والراء يلتصق طرف اللسان مع اللثة العليا فينحرف الصوت عن طرف اللسان إلى الجانبين ولذلك سميت صفةَ الانحراف. ١٥- صفة التكرير: (صفوت محمود سالم, فتح رب البرية شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد, jld. 1, hlm. 46)

Takrir: Getaran Ujung Lisan pada Ra

Takrir secara bahasa berarti mengulang sesuatu berkali-kali. Secara istilah, takrir adalah getaran ujung lisan saat mengucapkan huruf ra. Hurufnya hanya ra.

Penulis memberi peringatan yang jarang disadari pemula. Takrir termasuk sifat yang tercela pada ra. Sifat ini disebut justru agar Anda menghindarinya, bukan agar Anda menampakkannya. Getaran berlebihan membuat ra terdengar berulang, padahal seharusnya cukup satu getaran ringan.

Tafasyi: Penyebaran Angin pada Syin

Tafasyi secara bahasa berarti keluasan dan penyebaran. Secara istilah, tafasyi adalah penyebaran angin di dalam mulut saat mengucapkan huruf syin. Hurufnya hanya syin.

Saat mengucapkan syin, udara menyebar ke seluruh rongga mulut. Penyebaran ini yang membedakan syin dari huruf lain yang berdekatan makhrajnya. Tanpa penyebaran yang cukup, syin akan terdengar tipis dan kurang jelas.

Istithalah: Panjang Suara pada Dhad

Istithalah secara bahasa berarti panjang dan memanjang. Secara istilah, istithalah adalah panjangnya waktu suara saat mengucapkan huruf dhad. Hurufnya hanya dhad.

Penulis menjelaskan bahwa setiap huruf sebenarnya punya waktu keluar. Namun dhad memiliki waktu paling panjang di antara semuanya. Penyebabnya adalah sifat rakhawah, istithalah, dan karakter lain yang melekat padanya. Teks aslinya: والامتداد. اصطلاحًا: طول زمن الصوت عند النطق بحرف الضاد. علمًا بأن كل حرف له زمن في خروجه، أطول هذه الحروف زمنًا في خروجه هو حرف الضاد؛ لما فيه من رخاوة واستطالة (صفوت محمود سالم, فتح رب البرية شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد, jld. 1, hlm. 46)

Menghitung Sifat Setiap Huruf

Setiap huruf memiliki beberapa sifat. Jumlahnya tidak kurang dari lima dan tidak lebih dari tujuh. Penulis memberikan cara praktis untuk menghitungnya.

Caranya, lewati setiap huruf pada setiap sifat yang memiliki lawan. Jika huruf itu memenuhi sifat tersebut, maka ia menyandangnya. Jika tidak, maka ia menyandang sifat lawannya. Dengan cara ini, Anda dapat menyusun profil sifat sebuah huruf secara bertahap.

Latihan semacam ini menuntut ketelitian. Anda perlu mencatat satu per satu. Guru yang membimbing akan mengoreksi bila ada sifat yang terlewat.

Mengapa Sifat Tanpa Lawan Perlu Dipelajari

Sifat tanpa lawan tidak berfungsi sebagai pasangan biner. Ia menjelaskan karakter khas sebuah huruf. Shafir menjelaskan desis tambahan. Qalqalah menjelaskan pantulan. Lin menjelaskan kelenturan. Inhiraf menjelaskan penyimpangan suara. Takrir menjelaskan getaran. Tafasyi menjelaskan penyebaran angin. Istithalah menjelaskan panjang suara.

Tanpa mengenal sifat ini, bacaan Anda bisa tampak benar di telinga sendiri tetapi menyimpang di telinga guru. Penekanan berlebihan pada takrir, misalnya, membuat ra terdengar bergetar berkali-kali. Penekanan kurang pada tafasyi membuat syin terdengar kering.

Karena itu, belajar sifat huruf sebaiknya berjalan bersama talaqqi dan musyafahah. Anda mendengar langsung, menirukan, lalu diperbaiki. Sanad bacaan menjaga agar bentuk pengucapan tetap terpelihara dari generasi ke generasi.

Sifat tanpa lawan juga membantu Anda membedakan huruf yang berdekatan makhrajnya. Sin dan shad sama-sama berdesis, tetapi shad memiliki catatan khusus pada bibir. Syin menyebar di rongga mulut, sedangkan zai berdesis tanpa penyebaran serupa. Perbedaan halus inilah yang diuji dalam talaqqi.

Latihan mendengar menjadi kunci. Anda bisa membandingkan dua huruf secara bergantian di depan guru. Guru akan menandai getaran yang berlebih atau desis yang kurang. Koreksi lisan lebih cepat membekas daripada koreksi tertulis.

Ringkasan Tujuh Sifat

Berikut ringkasan yang bisa Anda jadikan pegangan awal.

Sifat Arti Bahasa Huruf
Shafir Suara menyerupai hewan Sin, shad, zai
Qalqalah Kegoncangan Qaf, tha, ba, jim, dal
Lin Kemudahan Wau dan ya sukun setelah fathah
Inhiraf Penyimpangan Lam, ra
Takrir Pengulangan Ra
Tafasyi Penyebaran Syin
Istithalah Pemanjangan Dhad

Tabel ini bukan pengganti bimbingan guru. Ia hanya peta awal sebelum Anda masuk ke latihan suara.

FAQ

Apa saja tujuh sifat huruf tanpa lawan? Shafir, qalqalah, lin, inhiraf, takrir, tafasyi, dan istithalah.

Berapa huruf qalqalah dan apa syaratnya? Hurufnya lima, yaitu qaf, tha, ba, jim, dan dal. Syaratnya huruf tersebut bersukun.

Apa perbedaan qalqalah shughra dan kubra? Shughra terjadi saat huruf sukun berada dalam keadaan washal. Kubra terjadi saat huruf sukun berada di akhir dan Anda berhenti padanya.

Mengapa takrir disebut sifat tercela pada ra? Karena getaran berlebihan membuat ra terdengar berulang. Sifat ini disebut agar Anda menghindarinya.

Berapa jumlah sifat yang dimiliki setiap huruf? Tidak kurang dari lima dan tidak lebih dari tujuh.

Penutup

Tujuh sifat tanpa lawan membentuk peta karakter huruf. Anda tidak menghafalnya sekadar untuk lulus ujian. Anda menghafalnya agar telinga Anda peka terhadap selisih tipis dalam pengucapan. Mulailah dari satu huruf, lalu bandingkan dengan huruf lain. Dari perbandingan itulah pemahaman tajwid tumbuh.

Referensi

  • صفوت محمود سالم, فتح رب البرية شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد, jld. 1, hlm. 44, 45, 46

Pertanyaan umum

Apa saja tujuh sifat huruf tanpa lawan?

Shafir, qalqalah, lin, inhiraf, takrir, tafasyi, dan istithalah.

Berapa huruf qalqalah dan apa syaratnya?

Hurufnya lima, yaitu qaf, tha, ba, jim, dan dal. Syaratnya huruf tersebut bersukun.

Apa perbedaan qalqalah shughra dan kubra?

Shughra terjadi saat huruf sukun berada dalam keadaan washal. Kubra terjadi saat huruf sukun berada di akhir dan Anda berhenti padanya.

Mengapa takrir disebut sifat tercela pada ra?

Karena getaran berlebihan membuat ra terdengar berulang. Sifat ini disebut agar Anda menghindarinya.

Berapa jumlah sifat yang dimiliki setiap huruf?

Tidak kurang dari lima dan tidak lebih dari tujuh.